Makassar – maupa.id – Silaturrahmi dan sosialisasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN Tematik) Universitas Unhas Kelurahan Manggala ke Yapta-U menarik. Kegiatan ini berlangsung santai tapi serius. Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Mashud Azikin membuka perbincangan. Kepada mahasiswa KKN ini, Mashud mengemukakan, Yapta-U adalah lembaga pelopor perlindungan dan pemberdayaan anak sekaligus pengelolaan sampah berbasis komunitas di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Makassar.

“Silahkan adek mahasiswa bertanya dan menggali informasi dari Kak Makmur dan teman-teman di sini. Karena merekalah ini yang berpengalaman dalam pemilahan dan pengelolaan sampah berbasis komunitas,” jelas Mashud.
Pak Mashud, sapaan Mashud Azikin, lebih jauh menjelaskan bahwa di Yapta-U, mahasiswa KKN dapat berdiskusi tentang cara memilah dan mengolah sampah menjadi ekonomi sirkular. Model bisnis ini adalah bisnis yang meminimalkan limbah dan polusi melalui cara 3R; reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recicle (mendaur ulang).
Ketua Harian Yapta-U, Makmur menyambut kunjungan Mahasiswa KKN Tematik Unhas. Makmur menjelaskan, Yapta U telah melakukan kegiatan perlindungan, pendampingan dan pemberdayaan anak-anak keluarga pemulung (payabo, Bahasa Makassar) di sekitar TPAS Tamangapa, Antang sejak 32 tahun lalu sampai sekarang.

“Sekarang, Yapta-U sudah mengelola lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sanggar Kegiatan Warga (SKW), edukasi pemilahan limbah nonorganik seperti plastik dan limbah kertas, dan pelatihan kewirausahaan,” terang Kak Makmur, sapaan Ketua Harian Yapta-U.
Lebih jauh, Makmur menjelaskan, pada awalnya, pendidikan di Yapta-U dilakukan secara informal kepada anak-anak. Seiring waktu, lembaga nonprofit ini, kemudian bekerja sama dengan berbagai donor, pemerintah dan komunitas melakasanakan pelatihan-pelatihan, seperti; daur ulang sampah, kewirausahaan dan kesenian. Sampai akhirnya, Yapta-U sudah mengelola pendidikan formal meskipun baru tingkat PAUD.
“Semua kegiatan yang kita lakukan itu adalah untuk memberdayakan keluarga pemulung. Kita di sini menegaskan pentingnya pendidikan kepada anak-anak. Alhamdulillah, anak-anak putus sekolah di sekitar TPAS sudah berkurang. Sudah banyak anak-anak binaan Yapta-U yang berhasil. Ada yang jadi tentara, tenaga kesehatan, relawan kemanusiaan, pengusaha limbah plastik dan juga ada yang menjadi aktifis,” urai Kak Makmur.
Lebih jauh, Kak Makmur mengurai, sekarang Yapta-U juga sudah membuka usaha pemilahan dan pembelian limbah plastik, kertas dan tembaga. Usaha ini dikelola oleh dampingan Yapta-U sendiri.
Poin terpenting, tegas Makmur, Yapta-U tidak bisa mentolaransi kekerasan terhadap anak dan perempuan. Perlindungan dan pemberdayaan anak adalah konsen Yapta-U sejak awal.
“Jadi saya ingatkan adek-adek mahasiswa jangan tolerir jika ada kekerasan terhadap anak dan perempuan. Anda harus berani berbicara, menyuarakan segala bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan. Saya ingatkan juga, sekarang ada juga jenis kekerasan dalam pacaran. Jadi, kita tidak mentolerir semua jenis kekerasan itu,” tegas Kak Makmur yang juga pernah menjadi Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Perlindngan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Makassar.
Bersama Makmur, turut menerima Mahasiswa KKN Tematik Unhas, adalah beberapa pengurus Yapta-U, antara lain; Ibu Erni, selaku penanggung jawab PAUD Yapta-U, Ali selaku koordinator kesekretariatan Yapta-U, Risnawati, pendamping Yapta-U dan Pak Annas, salah seorang penggerak warga Yapta U.
Sementara itu, mahasiswa KKN Tematik Unhas Kelurahan Manggala menjelaskan bahwa kunjungan mereka ke Yapta-U sebagai perkenalan sekaligus melakukan pendataan awal untuk menyusun program kerja mereka. Beberapa rencana program awal mahasiswa KKN ini, antara lain; pengolahan sampah, praktek pembuatan ekoenzim, pembuatan paving blok dan pembuatan biopori. Mahasiswa KKN ini berasal dari berbagai fakultas di Unhas, yaitu; Fakultas Ekonomi, Kehutanan, Kelautan, Teknik dan MIPA. (*)
Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa,id
Foto: Dokumen maupa.id
Ilustrator: Tim maupa.id

