Kontra Art Forum Menjemput Wajah Baru Kebudayaan

Kontra Art Forum (KAF) ibarat bangkit dari tidur panjang. Para seniman dan pegiat seni budaya yang bekerja kolektif di dalamnya sepakat melakukan transformasi identitas dan arah gerak. Mulanya, sebelum menjadi “forum”, KAF merupakan rumah tempat perbincangan seni budaya dan kehidupan masyarakat Gowa di Sungguminasa. Ada canda tawa, suka duka, ide dan gagasan kebudayaan bergumul di sini. Seluruh aktifitas dilakukan secara informal. Simak ulasan Iqbal Daeng Tulo ini.

Kontra Art Forum (KAF) ibarat bangkit dari tidur panjang. Para seniman dan pegiat seni budaya yang bekerja kolektif di dalamnya sepakat melakukan transformasi identitas dan arah gerak. Mulanya, sebelum menjadi “forum”, KAF merupakan rumah tempat perbincangan seni budaya dan kehidupan masyarakat Gowa di Sungguminasa. Ada canda tawa, suka duka, ide dan gagasan kebudayaan bergumul di sini. Seluruh aktifitas dilakukan secara informal. Simak ulasan Iqbal Daeng Tulo ini.

Kolektif seni KonTra secara resmi mengumumkan transformasi identitas dan arah gerak menjadi Kontra Art Forum (KAF) pada 16 Ramadan 1447 H bertepatan pada Jumat, 6 Maret 2026 dini hari. Langkah reaktivasi ini menandai berakhirnya masa vakum komunitas sekaligus sebuah reposisi paradigma dalam melihat dinamika kebudayaan hari ini.

Salah satu pertunjukan seni Kontra (Sekarang, KAF) beberapa waktu lalu

Refleksi dalam Jeda
Sejak berdiri pada tahun 2007 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, KonTra (Komunitas Tradisi) telah menjadi ruang perjumpaan bagi para penggerak seni. Masa jeda aktivitas (vakum) yang dilalui selama beberapa tahun terakhir dimaknai bukan sebagai kekosongan, melainkan ruang inkubasi untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap arah gerakan komunitas.

​Dari proses refleksi tersebut, muncul kesadaran kolektif tentang pentingnya membangun ekosistem kebudayaan yang lebih sehat. Transformasi menjadi Kontra Art Forum (KAF) adalah pernyataan sikap untuk bergerak melampaui romantisme sejarah yang statis serta menanggalkan glorifikasi kelompok yang bersifat eksklusif. KAF berkomitmen untuk meruntuhkan sekat-sekat etnosentrisme menuju praktik seni yang lebih inklusif dan dialogis.

“Forum” Sebagai Platform Kerja
Identitas baru sebagai “Forum” tidak lagi dimaknai sebatas ruang diskusi, melainkan sebuah platform kerja kolaboratif. KAF diposisikan sebagai simpul tempat gagasan diuji, dipertukarkan, dan diwujudkan ke dalam program-program strategis yang relevan dengan realitas sosial kontemporer.

Lihat Juga:  Empat Memandang Rupa Kolaborasi di Swara Kebun Bulukumba

​Sebagai langkah awal transisi, Kontra Art Forum kini berfokus pada penguatan kapasitas internal warga komunitas. Langkah ini menjadi fondasi untuk menyiapkan kolaborasi lintas disiplin yang lebih luas di masa mendatang. Melalui babak baru ini, Kontra Art Forum berharap dapat terus merawat kehidupan kebudayaan dengan semangat yang lebih segar, terbuka, dan berkelanjutan.

Tentang Kontra Art Forum (KAF)
Berawal dari Komunitas Tradisi (KonTra) yang berdiri pada tahun 2006 di Kabupaten Gowa, KAF kini berevolusi menjadi platform kolaborasi seni dan kebudayaan. KAF berfokus pada penguatan ekosistem yang sehat melalui peningkatan kapasitas, dialog kritis lintas disiplin, dan praktik kebudayaan yang inklusif serta relevan dengan tantangan zaman. Aktifitas KAF dapat diikuti di Instagram (IG): kontra_art.

Penulis: Iqbal Daeng Tulo, Seniman dan Pekerja Kebudayaan
Editor: Redaksi Maupa.id
Foto: KAF
Ilustrasi: Tim Kreatif Maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU