Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira adalah perintah untuk membaca. Ajaran ini tidak hanya mengajak umat manusia untuk belajar dan memahami pengetahuan tetapi juga memiliki makna yang lebih luas terkait dengan tanggung jawab kita terhadap alam semesta yang diciptakan Allah SWT. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah menjaga kelestarian gunung, yang tidak hanya menjadi bagian penting dari ekosistem bumi tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi banyak komunitas, termasuk di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.
Perintah “Iqra'” atau bacalah yang menjadi awal dari risalah Islam mengandung pesan bahwa manusia dituntut untuk terus mencari ilmu dan memahami tanda-tanda kekuasaan Allah di alam sekitar. Gunung sebagai salah satu ciptaan yang megah adalah salah satu tanda tersebut. Melalui pembelajaran dan pemahaman yang mendalam, kita dapat mengenali pentingnya gunung sebagai sumber air, tempat tinggal bagi berbagai jenis flora dan fauna, serta penyangga iklim daerah sekitar. Misalnya, Gunung Bulu Saraung di Sulawesi Selatan menjadi sumber mata air bagi ribuan penduduk dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Kewajiban menjaga gunung tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam perintah membaca. Ketika kita membaca dan belajar tentang gunung, kita akan menyadari bahwa kerusakan pada gunung—seperti penebangan liar, pembukaan lahan yang tidak terkendali, dan pencemaran—akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Ajaran agama mengajarkan bahwa alam semesta adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita jaga dengan baik. Seperti halnya kita menjaga buku ilmu agar tetap terawat dan bermanfaat, demikian juga kita harus menjaga gunung agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Selain itu, banyak komunitas di sekitar gunung di Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan gunung secara budaya dan spiritual. Gunung dianggap sebagai tempat suci yang menjadi rumah bagi leluhur atau kekuatan gaib. Hal ini sejalan dengan pesan wahyu pertama yang mengajak kita untuk menghormati dan menghargai segala ciptaan Allah. Dengan menjaga gunung, kita tidak hanya melindungi ekosistem tetapi juga menghormati nilai-nilai budaya dan spiritual yang ada di dalamnya.
Substansinya, wahyu pertama yang membawa perintah membaca mengajarkan kita untuk selalu belajar dan memahami dunia di sekitar kita. Pemahaman ini kemudian mengarah pada kewajiban untuk menjaga alam, termasuk gunung, sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan tanggung jawab terhadap sesama makhluk hidup serta generasi mendatang. Mari kita jadikan perintah membaca sebagai dasar untuk terus mencari cara terbaik dalam menjaga kelestarian gunung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak.
Penulis:
Abustan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Maros dan Ketua LSM Karya Tani Maros
Editor: Redaksi maupa.id
Ilustrasi: Tim IT maupa.id

