Modal Budaya, Jalan Lain Mencapai Sukses

Mau bisnis tapi tak punya modal? Sulit, kan? Cari modal sana-sini, mulai dari keluarga, teman, sahabat, pemerintah sampai ke bank. Hasilnya? Kecewa. Modal budaya salah satu cara mencapai sukses.

Modal adalah keseluruhan sumber daya yang dapat digunakan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan, memperoleh kekuasaan dan meningkatkan posisi sosial menurut Pierre Bourdieu dalam bukunya berjudul, “The Form of Capital”, terbit tahun 1986. Pengertian ini menuntun kita bahwa kesuksesan ekonomi tidak hanya dicapai dengan bantuan sumber daya uang semata. Tapi ada jalan lain yang juga dapat menjadikan seseorang menjadi sukses.

Menurut pandangan Bourdieu modal budaya adalah konsep sosiologi yang merujuk pada aset non-ekonomi, seperti; pendidikan, pengetahuan, gaya bahasa dan perilaku yang meningkatkan peluang individu untuk sukses dalam masyarakat. Konsep ini menjelaskan bahwa keunggulan budaya diwariskan antar generasi dan mampu memperkuat stratifikasi sosial. Modal budaya bukan sekadar hobi tapi juga alat kekuasaan dan dominasi sosial.

Keterampilan Komunikasi, salah satu contoh modal budaya

Bourdieu membagi modal budaya menjadi tiga bentuk utama, yaitu, embodied merupakan modal yang eksis dalam diri individu tapi tidak dalam bentuk materi atau benda. Contohnya, penngetahuan, keahlian, bahasa, gaya bicara dan selera yang tertanam dalam diri individu melalui sosialisasi. Modal ini terbentuk dari hasil didikan keluarga dan lingkungan.

Bentuk kedua dari modal budaya adalah objectified atau berbentuk materi, seperti, buku, lukisan, alat musik atau instrumen yang menunjukkan status budaya. Artinya, modal ini dapat dikenali dengan mudah karena fisiknya tampak, dapat dilihat secara langsung.

Bentuk ketiga dari modal budaya adalah institutionalized atau modal terbentuk dari pengakukan institusi formal. Contohnya, adanya pengakuan formal terhadap gelar akademik, ijazah dan sertifikasi pendidikan.

Pengetahuan dan Keterampilan adalah contoh modal budaya

Ok, sampai di sini jelas, ya. Sekaranya, muncul pertanyaan, apakah modal budaya dapat dikonversi menjadi modal ekonomi? Jawabnya bisa! Misalnya, ijazah meningkatkan peluang gaji tinggi. Contoh lain, seseorang yang memiliki pendidikan tinggi berpeluang menduduki jabatan sosial yang juga lebih tinggi. Selain pendidikan formal, modal sosial budaya juga dapat dilihat dari beberapa keahlian, seperti kompetensi komunikasi, kreatifitas dan seni.

Lihat Juga:  Pengangguran Indonesia Lebih Banyak dari Penduduk Singapura

Intinya, modal budaya adalah aset bukan ekonomi, seperti; pengetahuan, keterampilan, latar belakang budaya, yang memungkinkan seseorang memiliki mobilitas sosial dan kesuksesan ekonomi.

Beberapa contoh penerapan modal budaya yang membuat seseorang sukses. Pertama, kita sebuta saja, Oprah Winfrey. Oprah menggunakan modal budaya berupa kemampuan komunikasi empatik dan narasi pengalaman hidupnya untuk membangun kerajaan media. Kemampuan Oprah berbicara dengan cara yang dihargai masyarakat luas adalah bentuk modal budaya yang terwujud atau embodied. Di Indonesia, bisa dicontohkan seperti Najwa Sihab.

Contoh lainnya, di Kenya ada Lorna Rutto. Pengusaha kaya ini memanfaatkan pengetahuan lokal tentang masalah lingkungan untuk mendirikan EcoPost, yaitu sebuah perusahaan yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bangunan dan menciptakan nilai ekonomi dari masalah budaya masyarakatnya.

Ok, kita kembali ke Indonesia, kita kenal Susi Pudjiastuti. Susi Pudjiastuti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada tahun 2014-2019 pouper dengan tagline,”Tenggelamkan!” Susi adalah contoh nyata dari kesuksesan melalui modal budaya karena pemahamannya tentang potensi perikanan lokal di Pangandaran. Ia juga dikenal berani mengambil risiko. Meski tanpa ijazah tinggi, Ibu Susi bertransformasi dari pengepul ikan menjadi pemilik maskapai penerbangan, mengandalkan pengetahuan budaya dan koneksi jaringan.

Baik, mari kita cek, potensi modal budaya apa yang kita miliki sekarang? Setelah mengidentifikasi modal budaya kita. pertanyaan berikutnya adalah,”Bagaimana kita menggunakan modal budaya kita?”

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Ilustrasi: Tim Kreatif maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU