UNESCO Akui Geopark Maros-Pangkep Tapi Sunyi Wacana Lokal

UNESCO mengakui Geopark Maros-Pangkep sebagai Global Geopark. Sayangnya, masyarakat setempat jarang membincangkan penghargaan tingkat dunia ini. Masyarakat setempat terkesan abai terhadap pengakuan dunia internasional ini . Ulasan, tokoh pemuda Leang-leang, Abustan DJ, sekaligus Ketua Lembaga Karya Tani Maros ini menarik disimak.

Banyak destinasi wisata populer di Sulawesi Selatan. Dari destinasi wisata tersebut tersembunyi sebuah keajaiban alam yang mendapatkan pengakuan resmi sebagai UNESCO Global Geopark pada 24 Mei 2023. Pengakuan sebagai geopark dunia ini menjadi tonggak penting untuk pelestarian bentangan kars Maros-Pangkep.

Kini Geopark Maros-Pangkep terus berbenah untuk revalidasi statusnya di tahun 2026. Meskipun memiliki status yang begitu mulia, keberadaan dan nilai penting Geopark Maros-Pangkep masih banyak yang tidak diketahui masyarakat luas, bahkan, oleh sebagian warga lokalnya sendiri. Kehidupannya sebagai penghargaan global yang sunyi. Kenyataan ini menjadi bukti bahwa kita masih perlu berjalan jauh untuk mempromosikan dan melestarikan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki.

Pengakuan UNESCO Sunyi Wacana Lokal

Geopark Maros-Pangkep menawarkan keindahan dengan formasi karst yang megah. Menara karst yang menjulang tinggi ke langit, gua-gua yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit dan juga memiliki lukisan peninggalan manusia purba tertua di dunia, serta sungai bawah tanah yang jernih menjadi saksi bisu dari proses geologis yang luar biasa. Selain itu, kawasan ini juga merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati, termasuk spesies endemik. Di sisi budaya, geopark ini ditinggali oleh suku Bugis dan Makassar yang memiliki warisan budaya yang kaya, mulai dari seni, bahasa, hingga cara hidup yang erat kaitannya dengan alam.

Meskipun memiliki nilai yang begitu besar, Geopark Maros-Pangkep masih kurang mendapatkan perhatian yang layak. Banyak masyarakat, terutama masyarakat lokal, yang tidak paham dan bahkan tidak pernah mendengar nama Geopark Maros-Pangkep. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya promosi yang optimal dari pemerintah dan pihak terkait, akses yang masih terbatas ke beberapa kawasan di dalam geopark, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang arti dan manfaat dari status UNESCO Global Geopark. Akibatnya, potensi besar dan sejarah peradaban yang menjadi warisan dari geopark ini belum mendapatkan perhatian sepenuhnya, dan banyak warga lokal yang masih tidak menyadari bahwa mereka hidup di dekat sebuah keajaiban alam dan budaya leluhur yang diakui dunia.

Lihat Juga:  Ketika Pupuk Mahal, Sampah Menjadi Harapan
Salah satu sisi Geopark Maros-Pangkep

Kondisi ini menjadi lebih memprihatinkan ketika kita melihat ancaman yang menghadapi Geopark Maros-Pangkep, seperti penambangan batuan kapur, perusakan hutan, dan polusi lingkungan. Tanpa kesadaran masyarakat tentang nilai penting kawasan ini, upaya pelestariannya akan menjadi lebih sulit. Sebaliknya, jika masyarakat mulai menyadari dan bangga dengan keberadaan geopark, mereka akan lebih bersedia berpartisipasi dalam melindunginya dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Kesimpulnya, Geopark Maros-Pangkep adalah penghargaan global yang patut dibanggakan, tetapi sayangnya masih banyak yang tidak mengetahuinya. Perlu upaya bersama dari pemerintah, swasta, lembaga penelitian, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, mempromosikan, dan melestarikan kawasan ini. Hanya dengan begitu, kita dapat memastikan bahwa keajaiban alam dan budaya Geopark Maros-Pangkep tidak hanya menjadi milik kita saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.

Penulis:
Abustan DJ, Ketua Lembaga Karya Tani Maros, Tokoh Pemuda Maros
Editor: Redaksi maupa.id
Foto: Dokumen Abustan DJ
Ilustrator: Tim IT maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU