Makassar – maupa.id – Warga RW 17 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar patut mendapat acungan jempol. Pasalnya, meskipun langit mendung, pertanda hujan segera tiba, warga tetap antusia mendatangi area kerja bakti di jalan poros Kompleks Blok AB Minasa Upa. Ini adalah bukti kesadaran lingkungan (ekologi).
Warga Blok AB memangkas reranting pohon yang mulai rimbun dan menghalangi sebagian badan jalan. Sebagian lainnya, membersihkan selokan di sisi jalan. Warga tampak serius dan bersemangat. Walaupun, sebagian besar warga yang datang didominasi kelompok senior (tokoh masyarakat) tapi semangat gotong royongnya jangan ditanya, tetap penuh semangat.

Beberapa kali, Pak Haji, sapaan akrab H. Mursalim, mondar mandir memperhatikan proses kerja bakti, sambil sesekali mengajak warga bercanda. Suasana sungguh meriah, seru. Sebuah truk pengangkut sampah sengaja didatangkan untuk mengangkut reranting dan sampah yang dibersihan warga. Warga saling bahu membahu menaikkan sampah ke atas truk sambil bercanda.
Selain warga, kegiatan ini juga dihadiri para ketua RT se RW 17 Kelurahan Minasa Upa. Terdapat 6 RT di RW 17 ini. Lurah Kelurahan Minasa Upa, Rahim, SE, MM juga turut menghadiri kerja bakti yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita sampai selesai. Kerja bakti ini ditutup dengan ngopi dan makan bersama.

Baru saja, kerja bakti usai, hujan pun datang mengguyur. Bukannya bubar, warga justru menikmati hidangan pagi sambil bercengkrama. Kerja bakti ini adalah bukti kesadaran warga Blok AB terhadap kebersihan lingkungan hidup cukup baik. Semoga, kesadaran warga semakin meningkat karena masalah sampah adalah masalah lingkungan hidup yang serius. Semua pihak penting melibatkan diri dalam pengendalian sampah.
Berdasarkan informasi, selain di Blok AB, kerja bakti juga dilakukan warga di Kompleks Perumahan Gosyen Jl. Aroepala Makassar. Perumahan ini termasuk wilayah RW 17 Kelurahan Minasa Upa.
Perlu dipahami, kerja bakti dan silaturrahmi dipandang penting dalam menjaga tatanan kehidupan masyarakat. Berdasakan teori sosiologi, kegiatan seperti ini diyakini secara ilmiah, mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian masyarakat. Secara paralel, juga menumbuhkan modal sosial antar jaringan warga. Semoga dapat menjadi contoh baik untuk kepedulian lingkungan. (*)
Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Ilustrasi: Tim IT maupa.id

