Maros – Maupa.id – Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pokjawas PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros (Kankemenag Maros) menyelenggarakan webinar nasional terkait capaian PPG PAI Maros. Kepala Kankemenag (Kakankemenag) Maros, H. Muhammad Nur Halik turut menghadiri webinat. Kegiatan ini diikuti. Jumlah peserta hampir mencapai 800 orang guru PAI se Sulawesi Selatan via zoom.
“Guru PAI di Kabupaten Maros ini, sudah hampir 90 persen mengikuti PPG. Ini capaian luar biasa. Peran pengawas tentu sangat penting, terutama dalam memosisikan guru PAI sebagai inspirasi dalam lingkungan sekolahnya,” sebagaimana dikemukakan Muhammad Nur Halik.

Nur Halik juga mengemukakan, terdapat kenyataan yang mengganjal dalam dirinya karena masih ada beberapa guru Kelompok Bermain (KB) belum dapat mengikuti PPG, berdasarkan regulasi yang berlaku.
Berdasarkan data Seksi PAI Kankemenag Maros, jumlah keseluruhan guru PAI di Maros sebanyak 488 orang. Guru yang sudah mengikuti PPG sebanyak 427 orang guru.
“Tapi yang sudah lulus PPG baru 286 guru dan yang sementara ikuti PPG 41 orang. Jadi yang belum ikut PPG 61 guru. Ini yang belum ikut, guru yang terdaftar di aplikasi Siaga tahun 2024 dan 2025, dan memang belum memenuhi persyaratan ikut PPG tahun 2025,” jelas Hartina, staf pelaksana Seksi PAIS Kemenag Maros.
Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (Kabid PAIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenag Sulsel), H. Faturrahman, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen kuat untuk menuntaskan program PPG bagi PAI.
“Di Sulsel sudah ada 3.500 guru PAI yang ikut PPG. Tentu kewajiban bagi kami, Kemenag menyiapkan tunjangannya,” jelas Faturrahman.
Namun, menurut Faturrahman, terkait guru PAI paruh waktu masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) terkait besaran pembayaran tunjangannya.
“Kami masih menunggu Juknis dari pusat,” urai Faturrahman.
Kabid PAIS Kanwil Kemenag Sulsel ini, lebih jauh, mengharapkan bahwa seluruh guru PAI di Sulsel dapat terus menjadi inspirasi bagi guru lainnya.
“Perlu disiapkan semacam mitigasi, cara mengajar PAI dengan metode baru. Sehingga guru mampu mengubah watak siswa ke arah yang lebih baik, lebih berakhlak dan berkarakter,” tutup Kabid PAIS Kanwil Kemenag Sulsel.
Webinar ini juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt). Kasi PAIS H. Yusuf Jufri, Ketua Pokjawas PAIS Maros H. Alimuddin, berlanjut dengan paparan Ketua Pokjawas PAIS Sulsel Dr. Hasmawati dan narasumber nasional, Juara 1 Guru Inspiratif Tingkat Nasional tahun 2017, yaitu H. Asep Syaefurrachman. (*)
Penulis: Ulya, Staf Humas Kantor Kemenag Maros
Editor: Redaksi maupa.id
Foto: Ulya
Ilustrasi: Tim IT Maupa.id

