Makassar – maupa.id– Ketua RW 17 Kelurahan Minas Upa, Kecamatan Rappocini Kota Makassar, H.Mursalim mengatakan kerja bakti ini adalah kegiatan rutin sekaligus sebagai ajang mempererat hubungan silaturrahim antar warga.
“Sejak saya kembali menjadi RW, sudah enam warga yang tadinya berselisih pendapat sudah damai semua dan akur kembali. Semoga kita semua di RW 17 ini rukun dan kompak selalu,” jelas Pak Aji, sapaan akrab H.Mursalim Rauf.

Pak Aji yang juga advokat ini menjelaskan, Lurah Minasa Upa bersama Imam Kelurahan juga turut hadir dalam kerja bakti ini. Intinya, warga RW 17 kompak bersama pemerintahnya.
“Selain para warga dan para tokoh masyarakat juga hadir para Ketua RT, seperti RT 1,2,3,4,6,7,8. Sedangkan yang tidak hadir adalah Ketua RT 5 dan 9 karena izin keluar kota namun ada yang wakili sehingga dianggap lengkap. Intinya, kita semua kompak,” terang Mursalim.

Kerja bakti warga RW 17 ini dimulai dengan silaturrahmi di rumah Ketua RW 17. Kemudian, sekitar pukul 08.00 Wita, warga dan para tokoh masyarakat mulai bekerja bersama. Beberapa kegiatan dilakukan, seperti; memindahkan atap pelindung di depan Posyandu, membersihkan sampah, menyiangi rumput di halaman Posyandu dan meratakan beberapa tumpukan bebatuan bekas bongkaran bangunan di halaman Fasum ini. Usai pembersihan, tibalah sesi makan-makan sambil mendengarkan alunan musik. Pokoknya, seru.
Beberapa warga mengusulkan agar halaman Posyandu yang juga sebagai Fasum RW 17 ini ditata ulang melalui penanaman pohon pelindung dan memperindah tamannya dengan menanam aneka bunga. Menanggapi saran ini, Haji Mursalim mengiyakan.
“Ada juga bibit pohon nangka di rumah. Pohon ini pendek dan cepat berbuah. Ini bibit nangka unggulan,” jelas Mursalim seraya melayani warganya dengan mengantarkan aneka penganan.
Kerja bakti ini, lanjut Haji Mursalim, tidak hanya diikuti kelompok bapak-bapak tapi juga dari ibu-ibu, bahkan anak-anak. Semoga warga RW 17 senantiasa kompak dan saling peduli,” harap Ketua RW 17, H.Mursalim Rauf.

Penting dipahami bahwa manfaat kerja bakti menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 adalah untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya melalui lingkungan bersih, asri, dan sehat. Kegiatan ini merupakan wujud gotong royong yang mencegah penyakit, menjaga keasrian lingkungan, serta mempererat silaturahmi.
Secara rinci, manfaat kerja bakti meliputi; Kesehatan Lingkungan untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas dari sarang penyakit (seperti demam berdarah dan malaria). Selain itu, kerja bakti warga juga merupakan bentuk pendidikan karakter, yaitu mengajarkan nilai gotong royong dan rasa peduli lingkungan. Kerja bakti juga menjadi bentuk aktualisasi tanggung jawab warga dalam menjaga lingkungan agar tetap kondusif.
Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Foto: Ismi Hehamahua, maupa.id dan Warga RW 17 Minasa Upa

