Waspada! Beberapa Penyakit pada Musim Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan tahun ini dimulai Desember 2025 hingga Februari 2026. Beberapa penyakit sering kali muncul pada musim hujan. Kenali beberapa penyakit tersebut dan penyebabnya. Berikut ulasannya.

Musim hujan sedang berlangsung, beberapa penyakit dapat lebih sering muncul. Kemunculan penyakit ini disebabkan faktor cuaca yang lembap dan kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran mikroorganisme. Berikut adalah beberapa penyakit yang sering muncul pada musim hujan:

Demam Berdarah. Penyakit ini disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya, seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, sakit sendi, ruam kulit, dan pendarahan ringan, contohnya mimisan atau gusi berdarah. Pencagahan dapat dilakukan dengan cara menghindari gigitan nyamuk, misalnya dengan menggunakan lotion anti-nyamuk, memasang kelambu tidur, dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk seperti genangan air.

Jaga Keluarga dari penyakit pada Musim Hujan

Malaria juga sering datang pada musim hujan. Penyebab penyakit ini adalah Parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Gejalanya, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan anemia. Pencegahan dilakukan debfab cara enghindari gigitan nyamuk, memakai kelambu atau alat anti-nyamuk, dan memastikan kebersihan lingkungan sekitar.

Diare juga seperti penyakit langganan musim hujan. Penyebab penyakit ini adalah infeksi bakteri, seperti; salmonella dan ecoli. Penyakit ini juga disebabkan oleh virus norovirus dan rotavirus atau parasit yang umumnya ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi. Gejalanya; diare, mual, muntah, kram perut dan demam. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan, menghindari makanan atau minuman yang tidak higienis, dan memastikan air yang dikonsumsi aman.

Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) juga seperti penyakit langganan musim hujan. Penyebabnya adalah virus atau bakteri, seperti flu, pilek, atau pneumonia, yang lebih mudah menyebar selama musim hujan karena cuaca dingin dan lembap. Gejala, seperti; batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, dan sesak napas. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan orang yang sakit, dan memakai masker jika berada di tempat ramai.

Lihat Juga:  PP IMDI Sukses Gelar Wisata Literasi Moderasi di Basseang Pinrang

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan bersifat zoonosis, artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi (terutama tikus), air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine tersebut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang biasanya ditemukan pada urine tikus dan dapat menyebar melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Gejalanya seperti; demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan dalam beberapa kasus, komplikasi ginjal atau hati. Pencegahan dpt dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan air atau tanah yang mungkin terkontaminasi, terutama setelah banjir.

Secara umum, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk  mencegah penyakit musim hujan, seperti;
1. Menjaga kebersihan pribadi dengan sering mencuci tangan.
2. Menggunakan pelindung dari nyamuk seperti kelambu atau lotion anti-nyamuk
3. Mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis serta memasak dengan baik      untuk menghindari kontaminasi.
4. Menjaga lingkungan tetap kering dan bersih, serta menghindari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit.

Mewaspadai faktor-faktor penyebab penyakit tersebut di atas dan menjaga kebersihan serta menerapkan pola hidup sehat, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit selama musim hujan. (*)

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi Maupa.id
Ilustrasi: AI

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU