Perlindungan Anak dan Visi Indonesia Emas 2045

Hari Anak Sedunia (World Children's Day Hari) diperingati hari ini, 20 November 2025. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 20 November ini pada tahun 1954 untuk menghargai hak-hak anak dan menekankan pentingnya melindungi kesejahteraan anak di seluruh dunia.

Visi Indonesia Emas 2045 sangat erat kaitannya dengan peringatan Hari Anak Sedunia karena anak-anak adalah pondasi utama dalam mewujudkan tujuan bangsa menjadi negara yang makmur, berdaya saing, dan berkelanjutan pada tahun 2045.

Keterkaitan ini dapat dilihat dari posisi anak sebagai penerus dan penggerak pembangunan pada masa mendatang. Dalam hal ini visi Indonesia Emas 2045 menargetkan Indonesia menjadi salah satu negara terkuat di dunia dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Anak-anak yang hidup saat ini akan tumbuh menjadi angkatan kerja sekaligus sebagai pemimpin pada tahun 2045. Pada saat anak sekarang berusia produktif 25-45 tahun maka Indonsia mendapatkan bonus demografi. Tapi, jika anak Indonesia hari ini masih mengalami berbagai hambatan berupa; kekerasan, kemiskinan, hak-hak tumbuh kembang tidak terpenuhi, pendidikan dan kesehatan rendah maka pencapaian visi Indonesia Emas dipertanyakan.

Peringatan Hari Anak Sedunia menjadi momentum untuk menekankan pentingnya mempersiapkan anak sejak dini agar mereka memiliki kemampuan, karakter, dan wawasan yang cukup untuk mendorong pembangunan bangsa secara berkesinambungan. Oleh karena itu, pemenuhan hak anak saat ini merupakan investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Pernyataan ini sejalan dengan sasaran utama Visi Indonesia Emas 2045, yaitu meningkatkan daya saing sumber daya manusia dengan indeks modal manusia (HCI) mencapai 0,73.

Lindungi Anal dari Segala Bentuk Kekerasan. Selamat Hari Anak se-Dunia, 20 November.

Peringatan Hari Anak Sedunia mengingatkan tentang pentingnya menegakkan hak anak, seperti akses pendidikan layak, kesehatan yang baik, perlindungan dari kekerasan, dan ruang untuk berekspresi. Hal ini merupakan investasi jangka panjang, karena anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan aman akan menjadi SDM yang produktif dan berdaya saing. Dukungan para pihak untuk mewujudkan generasi tangguh Indonesia sangat urgen.

Visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan komitmen dari semua pihak: pemerintah, masyarakat, keluarga, dan lembaga swasta. Peringatan Hari Anak Sedunia menjadi wadah untuk memperkuat sinergi ini. Sebagai contoh, melalui program peningkatan pola asuh sehat, pembangunan ruang inklusif untuk anak, dan pemberdayaan guru sebagai pelindung anak di lingkungan pendidikan. Semua upaya ini bertujuan memastikan anak mendapatkan dukungan yang cukup untuk tumbuh kembang optimal.

Lihat Juga:  Menghabiskan Malam di Perpustakaan Umum Parepare

Kualitas SDM Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti; perubahan iklim, kemajuan teknologi dan persaingan global. Dengan demikian momentum peringatan Hari Anak Sedunia kali ini penting untuk mengingatkan para pihak menyoroti tantangan tersebut melalui berbagai program, seperti; literasi digital untuk melindungi anak dari cyberbullying, proteksi dari konten negatif di berbagai platform media serta pentingnya pencegahan perkawinan anak yang merusak masa depan mereka. Upaya tersebut bertujuan membentuk generasi yang tangguh, kritis, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Namun, realitas kekerasan terhadap anak di Indonesia saat ini masih menjadi masalah serius, sangat memprihatinkan. Data menunjukkan bahwa angka kasus kekerasan terhadap anak masih tetap tinggi. Anak Indonesia mengalami berbagai bentuk kekerasan. Berdasarkan data, sampai pertengahan tahun 2025, tercatat 16.129 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari data tersebut, 62,8 persen korbannya adalah anak dan 80,5 persen di antaranya perempuan. Komisi Perlindingan Anak (KPAI) mencatat 973 laporan pengaduan kasus kekerasan terhadap anak pada Januari-Juni 2025, 52 persen kekerasan berasal dari lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Adapun penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak, antara lain; pola asuh yang buruk dan otokratis; serta kurangnya pemahaman tentang hak anak; adanya tekanan ekonomi, stres, dan konflik keluarga; penggunaan gawai, handphone (HP) yang tidak bijak dan adanya pengarus lingkungan negatif. Demikian pula halnya sengan sistem perlindungan anak yang dinilai belum optimal, termasuk regulasi yang kurang memadai dan penegakan hukum yang lambat.

Oleh karena itu, penting dirumuskan beberapa solusi untuk mengentikan kekerasan terhadap anak di Indonesia. Rumusan ini membutuhkan langkah konkret dari berbagai pihak. Misalnya, pihak pemerintah perlu memerkuat regulasi dan penegakan hukum tanpa tebang pilih. Regulasi terkait penghentian kekerasan terhadap anak semestinya lebih tegas dan responsif. Pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya mempercepat proses penanganan kasus dan meningkatkan kinerja aparat penegak hukum melalui standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.

Lihat Juga:  UPTD SDN 20 Parepare Juara Umum Kemah Literasi SMP 4 Parepare

Beberapa langkah strategis lainnya adalah penting adanya sistem informasi yang terintegrasi. Sehingga, penanganan setiap kasus kekerasan terhadap anak dapat lebih cepat. Sistem informasi terpadu, tidak hanya terpusat pada data kekerasan saja tapi sistem tersebut mencakup profil anak berpotensi mengalami masalah sosial.

Penguatan dan pemberdayaan keluarga penting dilakukan secara sosial dan ekonomi. Karena tekanan ekonomi acap kali menjadi pemicu kekerasan pada perempuan dan anak. Dengan demikain penting dilakukan pendampingan keluarga dan pendidikan pola asuh sehat.

Dengan demikian, peringatan Hari Anak Sedunia, diperingati setiap tanggal 20 November bukan sekadar memenuhi kewajiban untuk menjalankan program dan kegiatan. Tapi memontum ini hendaknya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi anak-anak dari berbagai tindak kekerasan. Karean terkait dengan keberlanjutan generasi bangsa yang diharapkan berdaya saing tinggi sehingga mampu berkompetisi dalam percaturan global.

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Ilustrasi: AI

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU