Greenhouse UNCP-MDA Berhasil, Kades Bone Lemo Rencana Replikasi

Greenhouse (rumahkaca) untuk demonstration plot (demplot) tanaman sayur di Desa Bone Lemo, Kecamatan Bajo Barat, berhasil panen. Kepala Desa Bone Lemo, Andi Baso, SH berencana membangun rumah kaca baru untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Demikian dikemukakan Baso kepada maupa.id di Bone Lemo akhir Februari 2025 lalu.

Luwu – Maupa.id – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bone Lemo membangun greenhouse untuk percontohan budidaya sayuran pada Januari 2025 lalu. Pembangunan rumah kaca adalah salah satu program Pengabdian Masyarakat UNCP sebagai sarana pembelajaran bersama antara dunia akademik, khususnya mahasiswa dan akademisi UNCP dengan masyarakat untuk mengembangkan pertanian. Program ini dibangun atas dukungan PT. Masmindo Dwi Area (MDA). Penting dicatat, Desa Bone Lemo adalah salah satu desa jalur logistik MDA.

Jenis sayuran sawi pakcoy yang dibudidaya di dalam greenhouse kolaborasi UNCP dan MDA. Dok: Maupa.id
Jenis sayuran sawi pakcoy yang dibudidaya di dalam greenhouse kolaborasi UNCP dan MDA. Dok: Maupa.id

Kepala Desa Bone Lemo, Andi Baso, menilai bahwa setelah melihat dan mengalami pembelajaran dari tim UNCP bersama masyarakat di greenhouse maka Pemerintah Desa Bone Lemo penting mengagendakan pembangunan greenhouse lainnya. Apalagi, tanaman yang dibudidaya di greenhouse sudah masuk masa panen.

Greenhouse masuk melalui program Pengabdian Masyarakat Universitas Cokroaminoto Palopo. Menurut saya, greenhouse adalah model pertanian yang maju karena mampu meminimalisir serangan hama terhadap tanaman. Bisa dibilang, sekitar 99 persen tanaman aman dari serangan hama,” nilai Kak Ustadz Baso, sapaan beberapa aktifis masyarakat sipil kepada Andi Baso.

Menurut Baso, berdasarkan praktek di greenhouse, karena tanaman aman dari serangan hama maka pestisida tidak digunakan sama sekali terhadap tanaman. Dengan demikian, tanaman yang diproduksi dari greenhouse lebih sehat. Oleh karena itu, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Desa Bone Lemo akan mengembangkan dan mengelola model pertanian greenhouse ini.

Kepala Desa Bone Lemo, Andi Baso saat diwawancarai tim Maupa.id. Dok: Maupa.id
Kepala Desa Bone Lemo, Andi Baso saat diwawancarai tim Maupa.id. Dok: Maupa.id

“Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang alokasi 20 persen anggaran desa untuk ketahanan pangan maka nanti Bumdes dapat diarahkan untuk mengelola pertanian model greenhouse” jelas Baso, yang juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Luwu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNCP, Dr. Masluki, SP, MP menilai, greenhouse yang dibangun UNCP sebagai alternatif untuk pemanfaatan lahan sempit dan pencegahan ekspansi lahan di lereng pegunungan, apalagi lereng pegunungan yang rawan longsor.

Lihat Juga:  Catatan Hari Guru Nasional: SDN 662 Salubulo Wujud Partisipasi MDA Dukung Pendidikan
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNCP, Dr. Masluki, SP, MP saat diwawancarai tim Maupa.id menganggap adanya greenhouse di desa Bone lemo dapat menambah destinasi wisata edukasi. Dok: maupa.id
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNCP, Dr. Masluki, SP, MP saat diwawancarai tim Maupa.id menganggap adanya greenhouse dapat menambah destinasi wisata edukasi. Dok: maupa.id

Menurut Masluki yang juga pakar pertanian UNCP, Greenhouse di Desa Bone Lemo dibangun dengan model budidaya secara hidroponik. Model ini dapat menghasilkan sayur dan buah yang berkualitas.

“Khusus di Bone Lemo yang memiliki taman wisata pendidikan maka kehadiran greenhouse menambah destinasi untuk edukasi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Masluki, akademisi UNCP penyandang gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Muhammad Fauzy Ramadhan
Foto/Video: Dok. maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU