Data menunjukkan bahwa Gen Z Indonesia berjumlah sekitar 74,93 juta jiwa berdasarkan data Sensus Penduduk 2020. Angka ini mewakili sekitar 27,94% dari 287,6 juta jiwa jumlah pendudukn Indonesia saat ini (Data Badan Pusat Statistik Indonesia sampai September 2025). Generasi Indonesia penting memahami prinsip pemberdayaan masyarakat, terutama dalam konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan perkotaan maupun pedesaan.
Beberapa alasan mendasar tentang urgensi pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pemberdayaan masyarakat untuk Gen Z adalah agar generasi ini; menjadi generasi yang aktif, bukan pasif. Dengan memahami pemberdayaan masyarakat maka Gen Z mampu membangun kepedulian sosial dan gotong royong; mampu menyelesaikan tantangan pembangunan berkelanjutan (sustainable development); menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial (social entrepreneurship); mampu meningkatkan kesadaran hak dan tanggung jawab warga negara; dan mampu menyiapkan pemimpin masa depan yang berempati dan visioner.

Generasi Z harus Aktif. Gen Z akan menjadi penggerak utama masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan memahami prinsip pemberdayaan, Gen Z tidak hanya menunggu bantuan pemerintah tetapi juga mampu berinisiatif menciptakan solusi lokal. Contohnya, Gen Z akn mampu membentuk komunitas sosial, inovasi lingkungan atau gerakan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Secara principal, Gen Z mengubah diri dari generasai penerima bantuan menjadi pencipta perubahan.
Generasi Pembangun Kepedulian Sosial. Pemberdayaan masyarakat menekankan partisipasi, solidaritas, dan kemitraan. Nilai ini penting di tengah tantangan individualisme dan gaya hidup digital Gen Z. Dengan memahami prinsip ini, Gen Z belajar bekerja sama lintas kelompok dan latar belakang untuk memecahkan masalah sosial bersama. Dengan demikian tercipta tindakan gotong royong modern, yaitu aksi kolaborasi komunitas, bukan hanya kerja bakti fisik.
Tantangan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). Isu penting pembangunan berkelanjutan seperti krisis iklim, kemiskinan perkotaan dan kesenjangan sosial berkaitan langsung dengan masa depan Gen Z. Sementara pemberdayaan masyarakat mengajarkan cara mengelola sumber daya secara adil dan berkelanjutan. Sehingga Gen Z mampu menjaga kesinambungan pembangunan. Pemahaman Gen Z tentang prinsip ini membawa Gen Z menjadi memimpin inisiatif hijau, urban farming dan pengelolaan sampah berbasis warga.
Jiwa Kewirausahaan Sosial (social entrepreneurship). Banyak program pemberdayaan mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi, baik yang diimplementasikan kelompok masyarakat sipil maupun pemerintah. Gen Z bisa mengambil peluang ini untuk mengembangkan bisnis berbasis nilai sosial, seperti produk ramah lingkungan, pemberdayaan perempuan dan ekonomi kreatif lokal. Sehingga mereka tidak hanya mencari keuntungan, tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, prinsip ekonomi tidak hanya mencari keuntungan semata tapi menghasilkan laba yang berdampak sosial.
Kesadaran Hak Dan Tanggung Jawab Warga Negara. Pemberdayaan masyarakat juga mengajarkan hak untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta tanggung jawab menjaga lingkungan dan tatanan sosial. Gen Z yang memahami ini akan lebih kritis, sadar hukum dan aktif berkontribusi dalam kebijakan publik, baik di level kelurahan maupun nasional. Sehingga terjadi perubahan mendasar, yaitu dari generasi penonton pembangunan menjadi aktor perubahan sosial.
Pemimpin Masa Depan Berempati dan Visioner. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat menumbuhkan; empati terhadap kelompok rentan, keterampilan kepemimpinan partisipatif dan kemampuan berpikir sistemik dalam memecahkan masalah sosial. Sehingga Gen Z mampu menjadi pemimpin cerdas dan juga peduli serta mampu menggerakkan masyarakat pada masa depan.
Berdasar penjelasan di atas, Gen Z Indonesia perlu memahami prinsip pemberdayaan masyarakat karena mereka adalah generasi penerus yang akan memimpin perubahan. Nilai-nilai pemberdayaan masyarakat mengajarkan nilai kolaborasi, empati, dan kemandirian. Pemahaman ini menjadi kunci membangun masa depan yang adil, mandiri, dan berkelanjutan.
Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Ilustrasi: Tim Creatif maupa.id

