Pemanfaatan Ampas Kopi Menjadi Briket

Kopi telah menjadi bagian integral dalam budaya Indonesia. Industri kopi terus menerus menjamur di kota-kota di seluruh Indonesia. Industri tersebut menghasilkan limbah ampas kopi yang besar. Hal tersebut mendorong Andi Fadel untuk memanfaatkan ampas kopi menjadi briket

Parepare – Maupa.id – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Berdasarkan data dari International Coffee Organization (ICO), pada tahun 2023 Indonesia memproduksi kopi sebanyak 720.000 ton dalam satu tahun. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-4 setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Komposisi kopi yang diproduksi adalah 75% robusta dan 25% arabica.

Kopi di Indonesia telah ada sejak abad ke-17. Kopi pada awalnya diperkenalkan oleh Belanda dan sekarang berkembang menjadi salah satu produk unggulan Indonesia. Indonesia memiliki beberapa kopi khas dengan rasa yang unik. Kopi-kopi tersebut seperti kopi Gayo di Aceh dan Kopi Toraja di Toraja. Kopi tidak hanya sebagai produk pertanian, tapi juga telah menjadi bagian integral dalam kebudayaan. Kopi sering dijadikan sebagai minuman untuk menyambut tamu dalam acara-acara adat. Kopi dalam perkembangan mutakhir juga menjadi bagian dari budaya pop. Frasa “ngopi” sering digunakan sebagai ajakan bersosialisasi di kedai-kedai kopi.

Kedai kopi telah berkembang dan menjamur di seluruh Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Coklat dan Kopi Indonesia (APCKI) bahwa terdapat sekitar 10.000 kedai kopi di seluruh Indonesia. Banyaknya kedai kopi di Indonesia juga sejalan dengan Parepare secara khusus. Kota Parepare sendiri dikenal dengan “kota 1000 warung kopi. Julukan tersebut disematkan karena banyaknya kedai kopi yang ada di Kota Parepare. Berdasarkan data yang kami himpun terdapat 66 usaha kedai kopi di Kota Parepare pada Tahun 2020. Angka tersebut tentu saja berkembang mengingat data tersebut adalah data 5 Tahun yang lalu.

Banyaknya kedai kopi di Kota Parepare juga berbanding lurus dengan banyaknya limbah ampas kopi yang dihasilkan. Andi Fadel, seorang pengrajin briket dari ampas kopi memperhitungkan bahwa dalam secangkir kopi 93%-nya adalah ampas kopi sisanya adalah air hasil perasan kopi.”jadi kalau bicara tentang kopi, kopi itu 7%-nya ji dipakai. Sisanya itu jadi limbah”, ungkapnya. Banyaknya limbah ampas kopi tersebut yang mendorong pemuda yang akrab disapa Fadel tersebut untuk memanfaatkan limbah ampas kopi menjadi  briket.

Lihat Juga:  Usai Konfercab Lahirlah Wajah Baru PMII Parepare

Fadel melanjutkan bahwa  ampas kopi jarang dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Biasanya ampas kopi dari kedai kopi hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Padahal ampas kopi dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hal yang bernilai ekonomi seperti briket dan tatakan gelas. “Mungkin kurang wawasan tentang pengelolaannya. Padahal menurutku bisa dijadikan arang briket, pajangan dan taplak (tatakan) gelas”, ujar pemuda yang berkuliah di Institut Andi Sapada Kota Parepare tersebut.

Fadel, seorang pengrajin briket ampas kopi saat diwawancarai tim Maupa.id di toko buku Interaksi, Parepare. Dok: Azwar Radhif
Fadel, seorang pengrajin briket ampas kopi saat diwawancarai tim Maupa.id di toko buku Interaksi, Parepare. Dok: Azwar Radhif

Fadel sendiri masih dalam tahapan penelitian pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi briket. Penelitian tersebut ia ungkapkan sudah sekitar 80% akan selesai. Ia mengungkapkan telah melalui 3 kali tahap pengujian dan tengah menuju pengujian ke-4. Hasil penelitiannya tersebut rencananya akan ia ajukan dalam bentuk proposal ke pemerintah Kota Parepare. Ia berharap dapat difasilitasi alat yang memadai untuk produksi briket tersebut. Ia lebih lanjut menargetkan warung-warung ikan bakar  di Kota Parepare sebagai target pasarnya.

Fadel percaya bahwa briket dari ampas kopi dapat diterima secara luas di masyarakat. Menurutnya kelebihan dari briket ampas kopi adalah ramah lingkungan, pembakaran lebih lama, menghasilkan lebih sedikit abu bekas pembakaran dan biaya produksi yang murah. Kelebihan-kelebihan tersebut menjadi modal briket ampas kopi dapat bersaing di pasar.

Fadel sangat optimis dengan masa depan briket ampas kopi di Indonesia. Konsumsi kopi di Indonesia yang besar menjadikan briket ampas kopi sebagai satu jenis usaha yang menjanjikan. Usaha briket ampas kopi tidak hanya memberikan dampak ekonomi tapi juga akan memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Fadel juga berharap semakin banyak usaha yang tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi, tapi juga punya dampak keberlanjutan untuk lingkungan.

Penulis: Ilham Alfais

Lihat Juga:  Kerusakan Lingkungan Ancam Gen Z dan Alpha Indonesia

Editor: Muhammad Fauzy Ramadhan

BUKU PENERBIT MAUPA

SHE Eureka Exfoliating Gel

Rp 75.000

Cerita Rakyat Pilihan Makassar Edisi Revisi

Penulis: Syamsuddin Simmau
Toner Badan Saptadasa Glycolic Toning Solution Exfoliating Toner (AGET 250ML)

Rp 58.500

English for Basic The Easy Way to Master English

Penulis: Andi Samsu Rijal, SS, M.Si
#

90.000

Gandrang Pamanca’: Gerak dan Spiritual Orang Makassar

Penulis: Jundana, S.Sn

Rp 143.560

Kapital Sosial, Negara & Pasar

Penulis: Dr. Sakaria To Anwar, M.Si

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU