Mahasiswa Prodi Sosiologi UNM Magang di Yapta-U

Maupa.id – Mahasiswa diharapkan mampu memahami fenomena dan masalah sosial masyarakat secara langsung di lapangan. Oleh karena itu, Program Studi Sosiologi (S1) atau Prodi Sosiologi UNM, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program magang, baik di instansi pemerintah, swasta maupun lembaga sosial kepada mahasiswanya. Demikian pernyataan, Ketua Program Studi (Kaprodi) Sosiologi UNM, Mario S. Mandra, S.Sos, M.Si kepada Maupa.id, Senin (10/8/2026). Pak Mario, demikian Kaprodi Sosilogi UNM disapa, menyampaikan pernyataannya saat mengantar mahasiswanya magang di Yayasan Pabbata Ummi Lino (Yapta-U) di bilangan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa, Antang, Makassar.

Maupa.id – Mahasiswa diharapkan mampu memahami fenomena dan masalah sosial masyarakat secara langsung di lapangan. Oleh karena itu, Program Studi Sosiologi (S1) atau Prodi Sosiologi UNM, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program magang, baik di instansi pemerintah, swasta maupun lembaga sosial kepada mahasiswanya. Demikian pernyataan, Ketua Program Studi (Kaprodi) Sosiologi UNM, Mario S. Mandra, S.Sos, M.Si kepada Maupa.id, Senin (10/8/2026). Pak Mario, demikian Kaprodi Sosilogi UNM disapa, menyampaikan pernyataannya saat mengantar mahasiswanya magang di Yayasan Pabbata Ummi Lino (Yapta-U) di bilangan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa, Antang, Makassar.

Menurut Mario, sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung. Data dari lapangan dapat diolah untuk memberi solusi. Sehingga, dunia akademik, khususnya UNM, dapat memberi masukan kepada pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Kaprodi Sosiologi UNM, Mario S. Manda (kanan) bersama Ketua Harian Yapta-U, Makmur (kiri)

“Saya tidak sependapat jika mahasiswa hanya menimba ilmu di kampus saja. Ilmu pengetahuan dan pengalaman itu lebih banyak didapatkan di lapangan, langsung ke masyarakat. Jadi mahasiswa pun harus terjun langsung ke masyarakat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mereka,” jelas Mario yang juga sedang menempuh Program Doktor ini.

Oleh karena itu, sebagai wujud tanggung jawab akademik, Mario mengantar langsung mahasiswa ke Yapta-U untuk belajar secara intens. Menurutnya, yayasan ini adalah lembaga yang sudah puluhan tahun mendampingi keluarga pemulung di TPAS Tamangapa, Antang. Sehingga Yapta-U dinilai memiliki jejak rekam pemberdayaan masyarakat yang solid dan kuat.

“Yapta-U, layak menjadi tempat belajar mahasiswa untuk mendalami fenomena sosial dan melakukan pemberdayaan masyarakat,” tegas Mario yang juga pernah aktif sebagai pekerja sosial.

Kedatangan Mario ke Yapta-U didampingi dosen Prodi Sosiologi lainnya, Pak Alwi bersama dua mahasiswa magang.

Lihat Juga:  Memahami Hermeneutika: Mencari Makna di Balik Teks dan Pengalaman

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Yapta-U, Makmur, S.Sos mengapresiasi Prodi Sosiologi UNM karena menugaskan mahasiswanya untuk magang di Yapta-U.

“Kami dan tim di Yapta-U siap bekerja sama menjadi mitra belajar adik-adik mahasiswa di siini. Kami sudah lebih 30 tahun mendampingi kelurga pemulung di TPAS Tamangapa. Kami mendampingi dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan hidup,” respon Kak Makmur, demikian ia disapa.

Lebih jauh, Kak Makmur menjelaskan bahwa banyak mahasiswa dari berbagai kampus datang magang dan belajar bersama masyarakat di lembaga yang dipimpinnya.

“Banyak mahasiswa datang magang di sini, ada dari UNM, Unhas, UIN, STIKS dan lainnya. Jadi kami senang jika pihak kampus mengirim mahasiswanya untuk belajar langsung kepada masyarakat,” urai makmur.

Menurut Makmur, Yapta-U memiliki tenaga pendamping dan pemberdaya masyarakat berkompeten. Ada akademisi, aktifis NGO (LSM), praktisi pembedayaan masyarakat dan lingkungan. Selain itu, Yapta-U juga berjejaring dengan lembaga sosial terkait, seperti; WALHI, LBH Makassar, LAPAR, SP dan lembaga sosial lainnya.

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi Maupa.id
Foto: Dokumentasi Maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU