Jelang Ramadan, PAL dan Gesit Berbagi dengan Anak di Yapta-U

Menjelang Ramadan 1447, sejumlah anak muda dari komunitas Pasukan Anti Lapar (PAL) dan Relawan Gesit berbagi keceriaan dan makanan bergizi dengan anak-anak keluarga pemulung di Sanggar Kegiatan Warga Yayasan Pabbata Ummi (SKW Yapta-U) pada Senin sore (16/2/2026).

Makassar – maupa.id Menjelang Ramadan 1447, sejumlah anak muda dari komunitas Pasukan Anti Lapar (PAL) dan Relawan Gesit berbagi keceriaan dan makanan bergizi dengan anak-anak keluarga pemulung di Sanggar Kegiatan Warga Yayasan Pabbata Ummi (SKW Yapta-U) pada Senin sore (16/2/2026). Yapta-U adalah yayasan pendamping anak, keluarga pemulung dan lingkungan hidup yang beralamat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa, Antang Makassar.

Sebelum, berbagi makanan bergizi, para relawan yang rata-rata generasi z ini, bermain dengan anak-anak. Sebelum kegiatan resmi dibuka, beberapa relawan sempat bermain kelereng bersama. Aksi kemanusiaan para relawan ini sangat menarik. Anak-anak bermain dengan riang. Canda, tawa, keceriaan dan energi anak-anak tumpah di sini. Pokoknya, kegiatan ini seru abis.

Panflet Pasukan Anti Lapar dan Relawan Gesit

Perwakilan PAL dan Gesit, Rezkina dalam wawancara bersama Ketua Harian Yapta-U, Makmur, S.Sos mengatakan, kehadiran relawan PAL dan Gesit di TPAS Tamangapa, Antang bertujuan untuk berbagi keceriaan dan makanan bergizi bersama anak-anak keluarga pemulung yang bermukim di sekitar TPAS.

Rezkina mengemukakan, sebelum para relawan ke TPAS Tamangapa, mereka mengobservasi beberapa lokasi. Akhirnya, lokasi di tempat pembuangan akhir sampah ini yang dipilih untuk berbagi.

Ketua Harian Yapta-U, Makmur, S.Sos bersama Relawan PAL dan Gesit Rezkina saat siaran untuk podcast chanel youtube Payabotua

“Kami berharap, kehadiran kami di sini, dapat memotivasi adek-adek di sekitar TPAS ini agar percaya diri. Jangan minder atau malu untuk bergaul. Harus tetap bersemangat untuk sekolah. Jangan pedulikan apa pun penilaian sebagian orang tentang adik-adik dari tempat pembuangan akhir sampah. Adik-adik di sini berhak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang layak,” tanda Rezkina bersemangat.

Sementara itu, Ketua Harian Yapta-U, Makmur berterimakasih kepada para relawan Pasukan Anti Lapar dan Relawan Gesit karena bersedia bersama-sama menguatkan anak-anak keluarga pemulung. Sehingga mereka dan keluarganya dapat memperoleh pendidikan, kesehatan dan kehidupan yang layak.

Lihat Juga:  Perang Kota, Film Adaptasi Novel Mochtar Lubis "Jalan Tak Ada Ujung"

Kak Makmur, sapaan akrab Ketua Harian Yapta-U, mengisahkan kepada para relawan bahwa lembaga yang kini ia pimpin, sudah 30 tahun lebih, melakukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan di sekitar TPAS Tamangapa.

“Kita bersama para pendiri dan aktifis lembaga ini, sudah sekitar 30 tahun lebih beraktifitas di sini. Dulu, para pendiri dan relawan juga seperti Anda, masih mahasiswa waktu itu. Sekarang, adek-adek kita yang berasal dari sini sudah banyak yang berhasil secara ekonomi. Ada juga jadi pegawai dan ada jadi pengusaha,” jelas Makmur.

Menurut Makmur, para relawan Yapta-U yang sekarang aktif melanjutkan program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, sebagian besar, adalah alumni atau dampingan lembaga ini.

Selain berbagi di SKW Yapta-U, para relawan juga berbagi makanan kepada warga sekitar pintu gerbang TPAS.

Sore itu, beberapa mobil angkutan sampah masih lalu lalawang membawa sampah warga kota Makassar masuk ke TPAS. Sementara keceriaan anak-anak masih terus menggema dari TPAS ini. Suara mereka menggaungkan keberadaan bahwa mereka juga anak-anak Indonesia. Anak-anak yang berhak memperoleh kehidupan yang layak.

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Foto: Dokumen maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU