Media Internasional The New York Times dan laporan dari BBC serta Al Jazeera menyoroti serangan rudal Tomahawk yang menghantam SD Putri Shajareh Tayyebeh di Minab pada 28 Februari 2026. Dari berbagai sumber diketahui bahwa terdapat 168 anak atau siswi yang meninggal dunia pada serangan itu. Seperti diberitakan berbagai media, serangan brutal itu, menyebab Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei beserta beberapa keluarganya dan petinggi Iran mati syahid. Peristiwa ini memicu kemarah Iran dengan melakukan serangan balasan. Ekskalasi konflik semakin meluas.
Beberapa sumber lain, seperti ANTARA News awalnya melaporkan angka 148 jiwa, yang kemudian terus meningkat seiring proses identifikasi. Berdasarkan snalisis citra satelit dari Planet Labs menunjukkan kerusakan parah pada bangunan sekolah.
Laporan, lembaga internasional, UNICEF menunjukkan bahwa ribuan anak telah menjadi korban dalam konflik ini secara keseluruhan. Sementara otoritas kesehatan melaporkan, seperti dikutip daru ANTARA News, bahwa sekitar 30% dari total korban sipil akibat serangan AS dan Israel di Iran adalah anak-anak. Demikian pula, Perwakilan Iran di PBB melaporkan bahwa setidaknya terdapat 1.348 warga sipil tewas secara total di seluruh Iran sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.
Berdasarkan sumber lain, menyebut bahwa di pihak AS, setidaknya 13 anggota militer dilaporkan gugur hingga 14 Maret 2026. Namun, data ini belum berdasar fakta karena baik AS apalagi Israel berupaya menutupi angka korban dan kerusakan akaibat perang ini dari pihak mereka.
Sementara itu, Iran terus meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Bahkan, Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur suplai bahan bakar minyak (BBM) dunia. Di Indonesia, hal ini berdampak pada tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah karena gangguan jalur perdagangan.

Analisis sosial ekonomi menunjukkan bahwa berdasarkan Teori Ketimpangan Biaya (Cost-Exchange Imbalance), dari sisi militer, terdapat fenomena bahwa di mana Iran menggunakan kombinasi drone murah dan rudal cepat untuk menekan sistem pertahanan canggih milik AS-Israel yang jauh lebih mahal.
Opini masyarakat dunia terpecah, kelompok Barat, sekutu AS cenderung mendukung serangan AS dan Israel ke Iran karena menilai sebagai upaya melakukan denuklirisasi Iran. Meskipun faktanya, negara-negara NATO justru menolak serangan tersebut, khusunya, Sanyol yang bersuara lantang.
Di sisi lain, Rusia dan China menyatakan dukungannya kepada Iran dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Iran, dinilai berhak melalukan pembelaan diri dari agresi AS dan Israel. Hingga pertengahan Maret kedua pihak masih saling serang. Bahkan, rusal-rudal Iran dikabarkan mampu menjebol sistem pertahanan AS dan Israel.
Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi Maupa.id
Ilustrasi: Tim Kreatif Maupa.id

