Kabar Baik, Andi Yudha Yunus Ketua Baru LPA Sulsel

Kabar baik, Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan (LPA Sulsel) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Pemilihan Ketua pada Sabtu (27/12/2025) di Aula Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar. Drs. Andi Yudha Yunus, SH., MH, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua LPA Sulsel yang baru.

Makassar –maupa.id– Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan (LPA Sulsel) memiliki energi baru untuk melakukan advokasi perlindungan anak dari berbagai tindak kekeresan. Lembaga ini juga memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak di Sulsel. Terpilihnya Andi Yudha Yunus bukan tanpa alasan. Ia adalah aktifis Nongovermental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam berbagai bidang, antara lain; perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan dan kebijakan publik.

Selamat, Andi Yudha Yunus, Ketua Baru LPA Sulsel

Kak Yudha, demikian, Andi Yudha Yunus, disapa, tidak hanya dikenal di Sulsel tapi juga sampai ke manca negara. Karena, ia aktif dalam berbagai program lembaga donor luar negeri, seperti; USAid (Amerika Seritakat), AUSAid (Australia), CIDA (Kanada), JICA (Jepang) dan lainnya. Tokoh masyarakat Wajo dan Parepare ini juga dikenal sebagai fasilitor nasional untuk kebijakan publik, pemberdayaan dan perlindungan perempuan, gender dan pendidikan.

Beberapa tokoh dan aktifis gerakan sosial di Sulsel bersama Ketua LPA Sulsel terpilih

Mubes LPA Sulsel ini dihadiri sejumlah tokoh berlatar belakang aktifis gerakan sosial di daerah ini, antara lain; Ketua DPW PKB Sulsel, Ashar Arsyad, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, Sekretaris PMI Makassar, M. Khudri Arsyad. Juga hadir aktifis dan tokoh gerakan perempuan, seperti; Fadilah Mahmud (Ketua LPA Sulsel), Husaimah Husain, Lusia Palulungan, Sunarti Sain, Rubi Sudiko, Ira Husain,Hasniati Hayat, Eko Sulastri. Selain, itu juga hadir advokat, Adnan Buyung Asis dan tokoh lainnya, seperti Baharuddin Solongi, Judi Rahardjo, Gufron H. Kordi.

Mubes LPA Sulsel ini, digodok oleh Tim Formatur, terdiri dari; Makmur Payabo, Emma Rahmayanti, Warida Syafi, Abd Naris Agam, A. Nur ahmad beserta tim Starring Committee, yaitu; Sri Wahyuni ,Junardi dan dan Burhan Jati.

Tentu saja, Andi Yudha Yunus dan Pengurus LPA Sulsel terpilih, membutuhkan dukungan dari para pihak, baik unsur NGO/LSM, pemerintahan dan organisasi masyarakat sipil (OMS) lainnya. Karena tantangan yang dihadapi terbilang berat. Penting diketahui bahwa berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA), situasi kekerasan terhadap anak di daerah ini cenderung meningkat.

Lihat Juga:  Catatan Hari Guru Nasional: SDN 662 Salubulo Wujud Partisipasi MDA Dukung Pendidikan
Andi Yudha Yunus (kiri), Ketua LPA Sulsel Terpilih bersama Fadiyah Mahmud, Ketua LPA Sulsel sampai 2025.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, tercatat setidikitnya 258 korban kekerasan perempuan dan anak (berdasarkan data indikatif SIGA KemenPPPA). Tahun 2025 tercatat sekitar 246 kasus yang masuk ke sistem pelaporan dengan rincian; korban laki-laki: 47 anak, korban perempuan, 215 anak. Khusus di Kota Makassar, angkanya cukup signifikan. Pada tahun 2024 saja, terdapat laporan 68 anak yang menjadi korban kekerasan seksual di wilayah ini.

Penting dicatat bahwa angka kekerasan terhadap anak yang diketahui dalam sistem statistik sering kali merupakan puncak gunung es. Artinya, jumlah kasus yang dilaporkan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.

Data menunjukkan bahwa jenis kekerasan yang paling sering dilaporkan di Sulawesi Selatan meliputi; kekerasan seksual, merupakan kategori kasus yang paling tinggi laporannya. Kekerasan fisik dan psikis, sering terjadi dalam lingkup rumah tangga atau pola pengasuhan dan penelantaran yang mengabaikan hak tumbuh kembang sebagai hak dasar anak.

Sebagai refleksi, LPA Sulsel berdiri tahun 1998. Lembaga ini lahir dari penelitian Yayasan Pabbata Ummi (Yapta-U) dan kampus Atmajaya Jakarta yang melihat fenomena anak-anak di Sulsel. LPA Sulsel kemudian berkembang menjadi organisasi independen yang mengadvokasi hak-hak anak. Lembaga nirlaba ini, pada awalnya juga mendapat ukungan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Secara berurut LPA Sulsel telah dipimpin oleh Prof Dr. Mansyur Ramly, Ketua pertama LPA Sulsel, periode (1998-2001 dan 2001-2004). Kemudian, Mappinawang, SH, MH, periode (2006-2009, 2009-2012) dan Dr. Fadiyah Mahmud periode (2012 sampai 2025). Beberepa tokoh penting sebagai Deklarator LPA Sulsel, yaitu; Mappinawang, Asmin Amin, Christina Yosep, Fadiah Machmud, Selle KS Dalle dan Mulyadi Prayitno.

Demikianlah, LPA Sulsel, kini dipimpin Andi Yudha Yunus, penting mendapat dukungan dari semua pihak untuk kepentingan terbaik anak. Karena, anak adalah generasi penjaga keberlangsungan bangsa. Terimakasih kepada Dr. Fadiah Machmud karena telah memimpin LPA Sulsel sampai tahun 2025 ini. (*)

Lihat Juga:  Ibu Rahim Peradaban, Catatan Peringatan Hari Ibu 2025 di Luwu

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi maupa.id
Foto: FB Yudha Yunus Andi dan Makmur Payabo
Ilustrasi dan data: Tim maupa.id dari berbagai sumber

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU