“Kolaborasi Semesta” untuk Pendidikan Inklusif di Tana Luwu

Forum Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia Wati (Forhati) Luwu, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Luwu, Lembaga Pendidikan Bintang Junior dan UMKM Ushuwatun Khasanah atas dukungan sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Luwu melaksanakan Peringatan Hardiknas dari tanggal 8 sampai 9 Mei 2026 di Warkop WTL Belopa. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Semesta” untuk Wujudkan Pendidikan Inklusif di Tana Luwu".

Kewajiban negara untuk mencerdasakan kehidupan bangsa hendaknya bukan sekadar “tagline” atau sekadar “pemanis bibir”. Kecerdasan kehidupan bangsa adalah kunci kemajuan Bangsa Indonesia. Dalam bahasa teori, pernyataan ini diistilakan dengan ungkapan, “Taken for Granted” atau telah teruji dan dijamin kebenarannya ilmiahnya. Bangsa yang cerdas mampu membawa bangsa, negara, dan pemerintahan menjadi tangguh, mandiri dan berdaulat. Kata kuncinya adalah pendidikan sebagai instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara kontekstual, pendidikan yang dimakasud adalah pendidikan inklusif atau pendidikan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Hardiknas: Kolaborasi Semesta untuk Pendidikan Inklusif di Luwu

Berdasarkan amanat konstitusi, pendidikan inklusif sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa karena menjamin persamaan hak dan akses pendidikan bagi seluruh warga negara, tanpa memandang perbedaan fisik, intelektual, maupun sosial, sesuai amanat Pasal 31 ayat 1 UUD 1945. Sistem ini menciptakan lingkungan belajar yang merangkul keberagaman, memupuk toleransi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara menyeluruh.

Perwujudan pendidikan inklusif ini mendapat respon dari berbagai kalangan pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada 2 Mei 2026. Di Kabupaten Luwu, terdapat sebuah gerakan yang disebut “Kolaborasi Semesta Wujudkan Pendidikan Inklusif”. Kolaborasi ini digerakkan oleh kelompok masyarakat yang terdiri atas; Forum Himpunan Mahasiswa islam Indonesia Wati (Forhati) Luwu, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Luwu, Lembaga Pendidikan Bintang Junior dan UMKM Ushuwatun Khasanah. Kegiatan ini mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu.

Kelompok masyarakat di Luwu ini menggelar even, “Semarak Hardiknas 2026”. Mereka mengusung tema “Kolaborasi Semesta Wujudkan Pendidikan Inklusif di Tana Luwu” pada 9 Mei 2026 di Warkop Wija To Luwu (WTL) Belopa.

Peringatan Hardiknas ini juga engusung tema nasional, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi pentahelix pertama di Luwu yang menyatukan gerakan perempuan, komunitas disabilitas, anak-anak, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah.

Lihat Juga:  Muh. Ridwan Yusuf Deklarasi Calon Ketua PW Ansor Sulsel
Penyerahan Piagam oleh Ketua Forhati Luwu kepada PPDI

Ketua Forhati Luwu, Andi Sri Rahayu, M.Kes, pada momentum ini menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar upacara. Tapi, even kali ini membutktikan partisipasi semua elemen masyarakat dalam mendukung implementasi pendidikan inklusif.

“Partisipasi semesta artinya semua elemen di Tana Luwu turun tangan. Tidak boleh ada anak Luwu putus sekolah karena miskin, karena disabilitas, atau karena jauh dari kota. Hari ini FORHATI, PPDI, Bintang Junior, dan UMKM duduk sama rata,” jelas, Andi Ayu, sapaan akrab Andi Sri Rahayu, S.Km, M.Kes.

Andi Ayu menjelaskan terdapat empat gerakan semesta pendidikan inklusif di Luwu, yaitu: Gerakan 1 Rumah 1 Guru oleh Forhati Luwu. Gerakan ini menargetkan 500 ibu di Luwu jadi guru pertama di keluarga. Ketua forhati Luwu ini mengatakan ini adalah, gerakan “Dari dapur dan pangkuan ibu di Luwu, lahir generasi emas. Ibu berdaya, Luwu cerdas.”

Kedua, Gerakan Sekolah Ramah Semua oleh PPDI Luwu. Dalam kegiatan ini, PPDI Lueu akan dampingi 30 sekolah di Luwu, agar ramah disabilitas.

“Pendidikan bermutu itu tidak menutup pintu untuk anak yang jalannya beda. Hak belajar milik semua anak Luwu,” tegas Ketua PPDI Luwu, Bahtiar.

Ketiga, diluncurkan Gerakan UMKM Peduli Pendidikan. Gerakan ini mengajak 100 UMKM Luwu untuk menyisihkan Rp 1.000 dari setiap produk terjual untuk beasiswa anak petani dan nelayan.

“Hasil kebun boleh sedikit, tapi kepedulian tidak boleh sedikit. Dengan membeli produk UMKM Luwu sama dengan membantu anak di Luwu untuk bersekolah,

Gerakan keempat adalah Gerakan Bintang Literasi. Gerakan ini akan meluncurkan program Rumah Peradaban Taman baca dan Siroh Anak Ushuwatun khasanah.

Pada momen Hardiknas kali ini, Suru SLB Al Iman Luwu, Bahtiar, menilai kolaborasi ini langka. “Biasanya kami SLB jalan sendiri. Hari ini dirangkul ibu-ibu forhati dan UMKM. Anak-anak kami merasa jadi bagian dari semesta Luwu,” ujar Bahtiar

Lihat Juga:  Mubes II KBA 97 Siap Digelar di Makassar untuk Perkuat Silaturahmi

Moment Hardikas di Luwu ini dihadiri sekitar 100 Peserta, terdiri atas Pengurus Forhati, PPDI Luwu, siswa SLB Al Iman, Noling dan Miftahul Jannah, guru, dan orang tua siswa. Turut hadir sekaligus sebagai Narasumber Bapak Ahmad Gazali,SE Ketua DPRD Luwu, Dra.HJ. Hidayah Made, Kepala Dinas (Kadis) DP3A Luwu, Drs Bustan.M.SI (Kadis Koperasi dan UMKM Luwu) dan Hj.Nurlina, Sekertris PKK Kabupaten Luwu.

Semarak Hardiknas Luwu tahun ini juga menyelanggarakan rangkaian kegiatan, yaitu; Diskusi Panel dan Bazzar UMKM, Pentas Seni Anak Disabilitas dan PAUD Bintang Junior, Lomba Mewarnai tingkat TK se Kab Luwu. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari Tanggal 8 sampai 9 Mei 2026 di Warkop WTL Belopa.

Ketua Forhati Luwu, Andi Ayu berharap, kegiatan ini menjadi model kolaborasi pendidikan inklusif di Luwu berbasis kearifan lokal dan gotong royong.

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Muhammad Fauzy Ramadhan
Foto: Dokumen Kegiatan

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU