Indonesia Gabung BoP, Sentimen Negatif Dominasi Medsos

Analisis sosial terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menunjukkan realitas pro-kontra. Dikutip dari Tempo.co, diketahui, terdapat 50,4% publik tidak setuju karena kekhawatiran melenceng dari dukungan Palestina. Dalam skala lebih luas, melalui analisis percakapan dan kata kunci di platform media sosial (medsos), persentase sentimen negatif lebih besar lagi, yaitu, sekitar 67,3% terkait bergabungnya Indonesia di dewan keamanan bentukan Donald Trump tersebut.

Analisis sosial terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menunjukkan realitas pro-kontra. Dikutip dari Tempo.co, diketahui, terdapat 50,4% publik tidak setuju karena kekhawatiran melenceng dari dukungan Palestina. Dalam skala lebih luas, melalui analisis percakapan dan kata kunci di platform media sosial (medsos), persentase sentimen negatif lebih besar lagi, yaitu, sekitar 67,3% terkait bergabungnya Indonesia di dewan keamanan bentukan Donald Trump tersebut.

Sentimen negatif publik terkait BoP, ditandai dengan kemarahan publik atas biaya Rp17 triliun. Selain itu, publik juga mencurigai bahwa inisiatif AS-Israel ini adalah jebakan atau teater diplomasi. Publik di X, FB, dan TikTok terpecah antara mendukung diplomasi pragmatis dan khawatir akan melemahkan posisi Palestina.

Data terkini menunjukkan bahwa angka sentimen negatif sebesar 67,3% tersebut merupakan hasil analisis dari total 135.000 hingga 150.000 percikan data (mentions) yang tersebar di berbagai platform media sosial utama di Indonesia. Berdasarkan data ini, rincian distribusi sumber data diolah oleh lembaga pemantau media seperti GoodStats dan Drone Emprit.

Sentimen Negatif Netizen terhadap Gabungnya Indonesia ke BoP

Sumber data yang dianalisis berasal dari X (Twitter), sekitar 65% dari total data. Platform ini menjadi pusat perdebatan politik paling intens dan tempat penyebaran tagar penolakan. Sementara data dari Instagram dan TikTok menyumbang sekitar 25% data, mayoritas berasal dari kolom komentar pada unggahan berita media massa dan pernyataan resmi tokoh publik. Sumber beri media berita online melalui komentarm sekitar ekitar 10%, mencakup diskusi di forum-forum berita nasional.

Analisis data di atas menggunakan metode social media listening yang menyaring kata kunci terkait, seperti BoP, Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo BoP, dan Trump Peace. Sentimen negatif tersebut didorong oleh narasi mengenai anggaran Rp17 triliun, ketidakadilan terhadap Palestina, serta keraguan terhadap figur Donald Trump.

Lihat Juga:  Civitas Akademika Stikes Yapika Makassar Beri Tablet Tambahan Darah di SMAN 14 Gowa

Berdasarkan data diketahui, sentimen negatif yang kuat, mayoritas ditemukan di platform X. Data bersifat kritis atau negatif dipicu oleh narasi biaya besar dan skeptisisme terhadap motif AS-Israel di Gaza. Juga terjadi perang narasi yang terbagi menjadi empat kelompok, ayitu media/base, Publik Kritis (fokus pada anggaran), publik pendukung (strategi internasional), dan kelompok aktivis yang berfokus pada percakan isu sejarah atau Palestina).

Ketidakpercayaan netizen terhadap Amerika Serikat dan Israel terjadi karena mereka menilai bahwa BoP adalah jebakan AS. Kelompok netizen ini menganggap partisipasi Indonesia dalam BoP sebagai upaya AS-Israel untuk menguasai Gaza. Sehingga, berisiko melemahkan konsistensi dukungan Indonesia terhadap Palestina.

Sementara itu, data di platform media visual, misalnya, di Instagram atau TikTok, cenderung melihat Indonesia dan BoP sebagai taktik cerdas. Sementara, pengguna X lebih kritis dan menganggapnya sebagai teater diplomasi terutama pasca-serangan Israel di Gaza.

Kelompok yang kontra BoP mengkhawatirkan pendanaan dan kedaulatan. Sementara kelompok yang pro berargumen bahwa BoP untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memperkuat posisi internasional, dan upaya perdamaian. Faktanya, Indonesia dinilai tidak netral karena bergabung dengan BoP. Dalam konflik di antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang masih terjadi hingga hari ini, Indonesia ditolak sebagai mediator.

Penulis: Syamsuddin Simmau
Editor: Redaksi Maupa.id
Ilusrrasi: Tim Kreatif Maupa.id

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU