Cerita Rakyat Penting, Pinrang Keren

Perbincangan tentang cerita rakyat penting karena mengandung nilai dan norma sosial. Nilai dan norma sosial dikisahkan secara turun temurun. Tulisan ini merespon "1st Adventure Culture Pinrang International Folklore Festival”, Festival Folklore berskala internasional. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat (21/11/2025) sampai Rabu (26/11/2025) di Lasinranf Park dan Pantai Lowita, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.

Cerita rakyat atau folklore adalah kisah yang berkembang dalam masyarakat tertentu. Kisah ini menceritakan tradisi, dan pengetahuan masyarakat tertentu. Di Indonesia, cerita rakyat biasanya diwariskan secara turun temurun. Cerita rakyat tidak hanya dikisahkan tapi telah menjadi kajian para pemikir sejak dahulu. Claude Lévi-Strauss, seorang antropolog sosial dan etonolog Prancis. Ia lahir di Brussels, Belgia, pada 28 November 1908 dan meninggal di Paris pada 30 Oktober 2009.

Lévi-Strauss, dikutip dari berbagai sumber menjelaskan pentingnya cerita rakyat. Lévi-Strauss, dikenal sebagai bapak strukturalis ini mengemukakan, cerita rakyat penting karena menyimpan warisan Budaya, seperti; nilai-nilai, kepercayaan, tradisi, dan sejarah suatu suku atau masyarakat yang tidak tercatat secara tertulis. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, cerita rakyat ditutukan secara turun temurun secara lisan. Meskipun, belakangan, cerita rakyat kemudian dibukukan untuk menjamin kelestarian cerita rakyat tersebut.

Ilustrasi diolah dari AI

Menurut pandangan Claude Lévi-Strauss cerita rakyat berfungsi sebagai cermin struktur berpikir manusia, terutama melalui konflik biner antara tokoh protogonis dengan antagonis, atau antara baik dengan buruk. Karena itu, cerita rakyat juga merupakan cara masyarakat memahami dan menata kompleksitas lingkungan sekitarnya. Bagi Lévi-Strauss, melalui analisis mitos, dapat mengungkap struktur kesadaran kolektif manusia yang bersifat universal.

Secara ringkas, Lévi-Strauss menjelas beberapa fungsi cerita rakyat, yaitu; membantu masyarakat untuk memahami dan menata konsep-konsep yang kompleks dalam kehidupan; cerita rakyat merupakan cermin struktur berpikir manusia karena mitos dan cerita rakyat dianggap sebagai ekspresi dari struktur dasar pikiran manusia yang universal. Dengan menganalisis cerita rakyat maka dapat diperoleh wawasan tentang jiwa manusia dan aturan berpikir bawah sadar yang mendasari semua budaya komunitasnya.

Dengan menggunakan pendekatan strukturalisme Lévi-Strauss mengemukakan, cerita rakyat bukan hanya sekadar hiburan tetapi juga menjadi alat untuk mengungkap nilai budaya, kepercayaan, dan makna yang mendalam di baliknya secara lebih kritis. Bahkan, cerita rakyat mampu mengungkap wawasan tentang kesadaran kolektif. Analisis cerita rakyat dapat menyingkap pola universal yang mendalam dalam pemikiran manusia dan bagaimana struktur tersembunyi ini memengaruhi tradisi, mitos, dan sistem sosial.

Lihat Juga:  Mubes II KBA 97 Siap Digelar di Makassar untuk Perkuat Silaturahmi

Sementara, berdasarkan aspek historis, ahli sejarah terkemuka, Mircea Eliade, seorang sejarawan agama, filsuf, penulis fiksi, dan profesor Rumania di Universitas Chicago. Ia lahir pada Maret 13, 1907 di Rumani dan wafat pada April 22, 1986.

Menurut Mircea Eliade, cerita rakyat membantu manusia memahami dunia melalui kesakralan dan menemukan makna dalam kehidupan sehari-hari. Cerita rakyat berfungsi sebagai penyampai pengetahuan dan nilai-nilai sakral dari generasi ke generasi. Kisah di cerita rakyat memberikan panduan moral dan spiritual, bahkan, memelihara hubungan dengan alam. Lebih dalam cerita rakyat juga mampu menginspirasi manusia modern dengan warisan spiritual kuno.

Intinya, cerita rakyat penting karena mengandung pembelajaran tentang nilai-nilai kepatutan dan norma sosial dalam masyarakt tertentu. Nilai dan norma sosial ini merupakan pintu masuk untuk memahami suatu masyarakat secara lebih komprehensif. Bacalah cerita rakyat, dengarkanlah ketika dikisahkan dan tontonlah ketika dipertunjukkan. Cerita rakyat merupakan panduan awal pendidikan karakter dari generasi ke generasi. Pelestarian cerita rakyat adalah keniscayaan. (*)

Penulis: Syamsuddin Simmau, penulis cerita rakyat dan fiksi
Editor: Redaksi maupa.id
Ilustrasi: AI

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA POPULER

BERITA TERBARU